PEMANASAN GLOBAL - MASALAH, FAKTA, DAMPAK DAN SOLUSI

"PEMANASAN GLOBAL - MASALAH, FAKTA, DAMPAK DAN SOLUSI"

Oleh: Zaidil Firza - 16/12/2011 - 02:10:11
Kata Kunci: pemanasan global, masalah, fakta, solusi

PEMANASAN GLOBAL : MASALAH, FAKTA, DAMPAK DAN SOLUSI

Kita, umat manusia telah dibombardir. Kapanpun kita beraktifitas, kita selalu dengar kata "pemanasan global" dan "perubahan iklim". Bagi beberapa orang dari kita, kata tersebut masih sangat asing, meskipun sudah banyak artikel-artikel dan seminar-seminar yang dilontarkan mengenai kata tersebut. Mari kita mulai melihat masalah, fakta, dampak dan solusinya;

Masalah
Perubahan iklim adalah suatu topik kompleks yang sering dibincangkan; sekalipun demikian, hal ini tak bisa dihindari. Seperti contohnya, para seniman, mesti menelaah bagaimana dampak keseharian mereka terhadap lingkungannya.
Apa itu Pemanasan Global?
Pemanasan global adalah kenaikan suhu rata-rata di atmosfer dan samudera di Bumi, yang cukup untuk mengakibatkan perubahan iklim.

Kabar terakhir yang tercatat, pertambahan suhu yang dibandingkan dengan keadaan 30 tahun lalu;
Australia sebesar 1,8o C, Sri Lanka sebesar 1,2o C, Indonesia sebesar 1,8o C, dan yang paling maksimal +4oC terjadi di daerah sekitar sub-tropik hingga sub-polar. Dan jika diadakan pengandaian, jikalau Indonesia sudah mencapai pertambahan suhu sekitar 2oC, diramalkan sejumlah 2.000 pulau di Indonesia akan lenyap dari peta dunia.
Apa Penyebabnya?
Kenaikan jumlah karbondioksida dan gas rumah kaca di atmosfer Bumi (melalui pembakaran bahan bakar fosil, pembukaan lahan, pembuangan limbah, dan lainnya) adalah komponen kritikal pada efek rumah kaca.

Darimana Datangnya Gas Rumah Kaca?

Terlihat jelas bahwa penyumbang terbesar dalam gas rumah kaca adalah sektor kegunaan listrik, perindustrian, dan bahan bakar transportasi. Dikarenakan hal ini lah, sekarang sedang marak-maraknya pengembangan sumber energi ramah lingkungan dan kampanye-kampanye peduli lingkungan. Seperti yang dilakukan perusahaan Sandbag dan Parkour Generations dalam kampanye peduli lingkungan yang diadakan serentak di seluruh penjuru Bumi pada 26 September lalu . Mereka berkampanye dengan tujuan mengajak sekaligus mempengaruhi pemimpin-pemimpin dunia maupun tokoh-tokoh yang berpengaruh untuk lebih memperdulikan Bumi ini. Hal-hal yang mereka minta pada tokoh-tokoh tersebut antara lain; Jump start the climate deal with a power sector carbon budget, drop global power sectror emissions at least 10% by 2020, and roll out clean, green electricity across the world.


Efek Rumah Kaca

Radiasi matahari memasuki atmosfer Bumi dan menghangatkan permukaannya. Beberapa radiasi dipantulkan kembali ke luar angkasa. Dan sebagian radiasi lainnya diserap dan dipantulkan oleh lapisan gas rumah kaca yang menumpuk di atmosfer. Hal ini yang menghangatkan permukaan Bumi dan atmosfernya. Secara singkat, intinya; bertambahnya jumlah gas rumah kaca berarti bertambahnya suhu.

Apa Efeknya?

Suhu yang semakin meningkat akan mencairkan glasier dan mempertinggi permukaan laut.

Pemanasan global akan meningkatkan frekuensi dan intensitas terjadinya kondisi cuaca yang ekstrim, seperti banjir, kekeringan, gelombang panas, angin puting beliung, dan tornado.

Pemanasan global mungkin dan akan memperluas wilayah penyebaran berbagai wabah penyakit, seperti malaria; penambahan pada kemungkinan terjangkitnya.

Suhu yang tinggi, mengurangi jumlah permukaan salju, mempertinggi permukaan laut, dan mempengaruhi cuaca. Hal-hal tersebut mampu merusak tiang ekosistem, memaksa suatu spesies keluar dari habitatnya, dan kemungkinan akan kepunahan bertambah.

Dan pengaruhnya tidak terbatas dengan apa yang tertulis di artikel ini, melainkan bisa jadi lebih besar dari ini akan dating menjangkau kita dan Bumi tercinta kita ini.


Fakta

Kini sudah banyak diskusi-diskusi tentang bagaimana terjadinya perubahan iklim. Kita mungkin sekarang telah melewati ambang pintu pemikiran "bagaimana kalau" menghiraukan dampaknya pada dunia kita.

Es di Kutub Mencair

Es seukuran kota Manhattan telah mencair ke samudera Arktik pada tahun 2006. Permukaan Bumi yang diselimuti es di Kanada kini hanya tinggal 90% dari jumlahnya 100 tahun yang lalu. (Reuters, 2006)

Gelombang Panas (Badai Matahari) Lebih Mematikan

Di tahun 2003, gelombang panas luar biasa mengakibatkan lebih dari 35.000 kematian di Eropa, dengan 15.000 angka kematian terjadi di Perancis. (NewScientist.com, 2003)

Cuaca Semakin Ekstrim
Bencana alam yang terbesar dalam sejarah Amerika; Badai Katrina membunuh lebih 1.700 orang dan meluluhlantakkan lebih 200.000 rumah. (Wikipedia, 2006)

Tinggi Permukaan Laut Semakin Meningkat
Peningkatan tinggi permukaan laut telah merendam pulau-pulau tak berpenghuni (dan sebagian berpenghuni) di sebagian permukaan Bumi. Sebagai contohnya, Lohachara telah memakan korban 10.000 jiwa. (The Independent, 2006)

Dampak
Perbincangan mengenai dampak dari perubahan iklim terbentang dari sikap optimis hingga sekonyong-konyong sirna. Cuplikan berikut ini menghadirkan beberapa laporan yang diambil dari tahun ke tahun.


TREAT THE EARTH WELL.
IT WAS NOT GIVEN TO YOU BY YOUR PARENTS,
IT WAS LOANED TO YOU BY YOUR CHILDREN.

- quoted by Indian Proverb

Solusi
Solusinya? Yang ditawarkan dari beberapa hasil diskusi antara lain melakukan; ADAPTASI dan MITIGASI. Kita, umat manusia diharapkan berusaha keras beradaptasi dengan segala apa yang terjadi di dalam pemanasan global ini. Dan jika kita tak mampu mengatasi masalah ini, sebaiknya kita tidak menambah banyak gas rumah kaca, dan berusaha terus untuk menguranginya.
Solusi lainnya banyak bisa kita ambil dari slogan-slogan yang berawalan R. Kalau terdahulu terdapat motto 3R; Reuse, Recycle, Reduce. Sebenarnya kalau bisa dan ada waktu untuk merangkai solusi apa saja yang bisa kita mulai dari inisial R, akan banyak menghasilkan puluhan, bahkan ratusan kata yang berawalan R yang bisa kita terapkan di kehidupan kita. Namun ada satu R dasar yang mampu melatarbelakangi semua R tersebut, yakni; RETHINK (memikir kembali/ulang).
Dan untuk mempermudah penyebaran pengetahuan ini, diharapkan kita mampu menyuarakan hal ini ke seluruh penjuru dunia tanpa melihat perbedaan apapun. Dari kelas terbawah sampai ke pemimpin-pemimpin dunia.

I may not change the world, but Im sure to spark the mind that will. Tupac Shakur

Referensi: www.designcanchange.org, Global Warming perspective of artists.
Share


Keterangan Penulis Artikel:
Nama: Zaidil Firza
E-mail: zaidil-firza@hotmail.com
Nama Institusi: Fakultas Kehutanan UGM
Alamat Institusi: Jl. Agro No. 1, Bulaksumur, Yogyakarta