Ospek Unpad Akibatkan Kemacetan

Ospek Unpad Akibatkan Kemacetan

ASR (Tim Web News) - 01/09/2005

Jatinangor - Sejak pelaksanaan Orientasi Pengenalan Kampus (Ospek) mahasiswa baru Unpad, jalur jalan raya sepanjang Jatinangor terlihat macet. Ospek yang dimulai pada hari selasa (30/08) lalu ini diikuti lebih dari 10.000 mahasiswa baru. Banyaknya mahasiswa baru yang lalu lalang di sepanjang jalan raya Jatinangor selama mengikuti Ospek mengakibatkan banyak kendaraan yang harus memperlambat laju kendaraannya hingga kemacetan tidak dapat dihindari.

Selain itu, volume kendaraan yang melalui jalan raya Jatinangor selama seminggu terakhir meningkat cukup tajam. Dari sekian banyak kendaraan tersebut, tampak sebagian besar berplat nomor luar kota, seperti plat nomor Jakarta dan kota besar lainnya. Disinyalir kendaraan tersebut merupakan kendaraan orang tua mahasiswa baru yang putra-putrinya sedang mengikuti kegiatan Ospek di Unpad.

Kemacetan di sepanjang jalan raya Jatinangor ini berlangsung hampir tiap hari, mulai dari ba'da shubuh hingga malam hari. Hal ini seiring dengan aktivitas mahasiswa baru, mulai dari pagi hingga malam hari. Pelaksanaan Ospek di Unpad ini, rencananya selesai pada akhir minggu ini (04/09).

Selain karena kegiatan Ospek, daerah ini pun selalu terbilang ramai oleh aktivitas mahasiswa, pedagang, dan sebagainya. Jalan raya Jatinangor memang selalu identik dengan rawan kemacetan. Penyebab kemacetan tidak semata-mata oleh aktivitas mahasiswa dan lainnya, tapi juga dikarenakan sempitnya badan jalan, kondisi jalan yang bergelombang, banyaknya angkutan umum yang berhenti seenaknya. Jalur ini merupakan satu-satunya penghubung antara kota Bandung dan Sumedang.

Melihat kondisi seperti ini, timbullah pertanyaan dari banyak pihak yang ditujukan kepada Pemerintah Daerah Sumedang dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Adakah niat baik dan solusi konkrit pemerintah untuk mengantisipasi dan memperbaiki masalah utama di kawasan Pendidikan Tinggi Jatinangor ini? Masyarakat tahu bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diterima oleh Pemda dari Jatinangor ini lebih besar dari daerah lain di Sumedang. Namun, apakah Pemda sadar bahwa pendapatan tersebut harus dikembalikan untuk pengembangan dan pembangunan daerah ini, termasuk memperbaiki sarana dan prasarana jalan raya.

Jika pemerintah segera memperbaiki kondisi sarana dan prasarana transportasi, tentunya berbagai aktivitas di Jatinangor termasuk kegiatan Ospek ini tidak selalu menjadi kambing hitam penyebab kemacetan.(asr)

Share