Geliat di Kampus Dago Pojok

Geliat di Kampus Dago Pojok

WEN, FAJ (Image) - 22/09/2006

Pergantian Pimpinan
Pada tanggal 15 Februari 2006, telah terjadi pergantian pimpinan di Program S-1 Ekstensi Fikom Unpad. Pergantian tersebut terjadi karena wafatnya Ketua Program, Drs. Iir Syair. Hadi Suprapto Arifin, Drs., M.Si. yang ketika itu menempati posisi Pembantu Ketua (PK) III, dipercaya mengisi kekosongan Ketua Program untuk periode antarwaktu, sampai berakhirnya masa jabatan Ketua Program yang lama, yaitu bulan April 2007.

Selain pergantian Ketua Program, beberapa posisi lain juga mengalami perubahan. Posisi PK III yang kosong diisi oleh Mohd. Hussein Nawawi, Drs., M.Si., yang sebelumnya menempati pos Ketua Jurusan Manajemen Komunikasi (Kajur Mankom), sedangkan Kajur Mankom yang baru dipegang oleh Atwar Bajari, Drs., M.Si. Sementara posisi lain, seperti PK I, PK II, Kajur Jurnalistik, dan Kajur Hubungan Masyarakat, tidak mengalami perubahan. Pada masing-masing posisi tersebut masih dipegang oleh Asep Suryana, Drs., M.Si., Wawan Setiawan, Drs., Darmawan Zainun, Drs., M.Si, dan Suwandi Sumartias, Drs., M.Si.

Ekstensi Fikom satu-satunya kampus milik Fikom yang berlokasi di Bandung. Kampus yang berada di Jalan Dago Pojok No. 23 ini tampak menggeliat dengan pergantian pucuk pimpinan tersebut. Berbagai upaya dilakukan untuk membangun komitmen menuju ”Program S-1 Ekstensi Fikom Unggul”. Implementasi program unggulan tersebut dilakukan bersama seluruh sumber daya yang ada.

Di sela-sela jeda rapat internal Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP) dan Semester Alih Tahun (SAT) Program Ekstensi Fikom Unpad di Kampus Dago Pojok, Hadi Suprapto Arifin,Drs.,M.Si. memaparkan secara ringkas prioritas program kerjanya saat ditemui IMAGE.

“Sebenarnya banyak sekali yang harus kami kerjakan untuk menata Ekstensi Fikom Unpad menjadi program yang unggul dan berkualitas. Paling tidak, ada delapan program kerja yang harus direalisasikan. Namun, karena keterbatasan waktu, kami harus realistis untuk fokus pada beberapa program kerja. Tiga hal yang kini menjadi fokus program kerja sampai April 2007, yaitu penataan pola dan iklim manajemen, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta melengkapi sarana dan prasarana untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar (PBM)."

Penataan Pola dan Iklim Manajemen
”Dalam pola kepemimpinan kolegial para PK bukan lagi sebagai ’pembantu’ melainkan sebagai ’ketua program’ di bidangnya masing-masing. Sebagai contoh, PK I adalah Ketua Program bidang akademik. Oleh karena itu, para PK, Kajur, dan Kepala Urusan (Kaur) memiliki peran yang besar dalam menjalankan program kerja. Secara proporsional, mereka terlibat dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan. Apa yang akan dan sedang dilakukan untuk berbagai kegiatan kerja di Ekstensi Fikom ini. Semua komponen manajemen dikondisikan untuk mengetahui dan terlibat secara proporsional".

”Pola keterbukaan, kebersamaan, dan akuntabilitas juga kami coba wujudkan dalam beberapa hal yang melibatkan komunitas Fikom secara lebih luas. Beberapa waktu yang lalu, kami melakukan kunjungan silaturahmi ke Program Diploma III PAKT, Jurusan Jurnalistik, Humas, dan Mankom di Jatinangor. Kami mensosialisasikan, membuka diri untuk dikritisi, dan mengajak bekerja sama ataupun berkoordinasi dalam merealisasikan berbagai program kerja. Kami pun akan senang hati dan Insya Allah siap jika diperlukan untuk melakukan audiensi dengan Senat Fakultas. Tanpa bermaksud pamer, dalam mewujudkan aspek kebersamaan terutama dalam hal kesejahteraan, maka sejak awal tahun 2006, kami mencoba untuk memberi kontribusi secara nyata dengan memberikan honor tambahan setiap bulan kepada seluruh staf administrasi dan dosen Fikom,” tutur Ketua Program Ekstensi Fikom lebih lanjut.

Pengembangan Sumber Daya Manusia
Agenda lain yang menarik bagi sivitas Fikom yaitu pengembangan SDM yang kini menjadi salah satu prioritas program kerja Ekstensi Fikom. ”Kami sadar betul, jika Program Ekstensi Fikom ini ingin menjadi program yang unggul dan berkualitas, maka penataan dan peningkatan kualitas SDM menjadi conditio sine quanon."

Implementasi program pengembangan SDM ini adalah dengan membuat program seminar dosen; studium generale dosen dan mahasiswa; pelatihan dosen, tenaga administratif, dan mahasiswa. ”Selain itu, kami juga akan memberi bantuan untuk para dosen yang ingin mengikuti seminar ataupun lokakarya yang diselenggarakan oleh pihak luar. Bantuan itu berupa uang transport dalam bentuk Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD). Saat ini, kami menyediakan anggaran Rp 3.500.000,-/tahun untuk masing-masing Jurusan Jurnalistik, Humas, dan Mankom. Kami berharap dana ini bisa diserap oleh banyak dosen. Insya Allah, jika memungkinkan, ke depan kami ingin mengalokasikan anggaran yang lebih besar lagi,” ujar Hadi menambahkan.

Peningkatan Kualitas PBM
Komitmen untuk meningkatkan kualitas, tidak bisa hanya dengan kekuatan sistem & manajemen saja. Tetapi juga, harus diiringi dengan penambahan fasilitas yang memadai bagi sebuah lembaga pendidikan bermutu. Kini, Program Ekstensi sedang berupaya menambah jumlah komputer, proyektor LCD, OHP, melengkapi fasilitas perpustakaan, membangun laboratorium televisi dan radio, membangun ruang display bagi karya-karya terbaik para mahasiswa, serta membuat dan mengembangkan jaringan IT (internal dan eksternal). Perpustakaan, lab. TV, dan radio yang akan dibangun di kampus Dago Pojok merupakan jawaban kebutuhan mahasiswa yang selama ini mencari referensi sumber belajar dan melakukan praktikum di kampus Jatinangor.

”Harapan kami, mahasiswa yang mengambil kuliah praktik tidak perlu lagi harus ’berlari’ jauh ke Jatinangor. Lagipula, kondisi terkini dengan jumlah mahasiswa yang semakin bertambah mengharuskan Fikom memikirkan fasilitas tambahan untuk memperlancar PBM. Dalam hal ini, Ekstensi menjawab kebutuhan itu dengan membangun lab. di kampus Dago Pojok,” demikian ungkap Hadi seraya menutup bincang-bincang dengan IMAGE.

Goodluck Ekstensi, semoga pelaksanaan program kerjanya disambut positif oleh berbagai pihak !

Sumber: "Image" Edisi Juli 2006 (WEN,FAJ)

Share